Mahasiswa asal PALI saat berkumpul di aula universitas of Sudan yang berdampingan dengan Markas RSF Parameliter

Cerita Mahasiswa PALI Terjebak Perang Saudara Sudan , Hujan Mortir Warnai Evakuasi WNI 

Mahasiswa asal PALI saat berkumpul di aula universitas of Sudan yang berdampingan dengan Markas RSF Parameliter

Talang Ubi KP /Mahadaya.co–Rahma Wanasia mahasiswi program beasiswa pondok pesantren Al Ittifaqiah Indralaya OI ke Universitas of Sudan Afrika .Hari ini di rencanakan sudah berada di Palembang bersama mahasiswa asal Sumsel lainya

Dari 43 mahasiswa asal Sumatera selatan salah satu adalah Rahma Wanasia mahasiswi asal PALI yang kemarin  di tampung di asrama haji Pondok Gede Jakarta pasca  evakuasi Sudan melalui  Jeddah Arab Saudi .

Rahma wanasia di hubungi media  ini mengaku sehat walafiat di Pondok gede Jakarta ,bersiap untuk kepulangan ke Palembang

Menurut warga desa Spantan ini mengaku semenjak terjadi komplik bersenjata di Sudan dirinya bersama mahasiswi yang lain di evakuasi dari asrama putri ke aula kampus kebetulan asrama kami itu berdampingan dengan markas militer. RSF paramiliter pimpinan Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo yang berperang melawan tentara pemerintah Sudan

Khortum ibukota Sudan

Jadi kami hari pertama perang kami sudah di evakuasi ,tutur Rahma wanasia

 

Lain lagi cerita Rifan Ali Hafish mahasiswa asal Purworejo menuturkan m dirinya semenjak konplik bersenjata di mulai 15 April 2023 antara antara 2 faksi militer, benar-benar mengagetkan WNI dan masyarakat Sudan sendiri. Bagaimana tidak,ibu kota Khartoum yang tadinya aman mendadak tegang mencekam dan penuh dengan ketakutan.

 

Sebab setiap jam dan setiap hari hujan mortir dan tembakan terjadi terus menerus. Banyak WNI terjebak, yang salah satunya cerita Rif’an Ali Hafidz, mahasiswa asal Purwokerto, Indonesia, yang tengah berkuliah di sana,bahkan saat evakuasi WNI

 

Berdasar penuturannya kepada sang ayah, Dr H Hizbul Muflihin, yang merupakan takmir Masjid Agung Purwokerto, Rif’an yang sudah empat tahun di Sudan sangat merasakan getir, susah.

Tak terbayangkan bahwa dia dan kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Khartum akan mengalami nasib yang begitu tragis dan jauh dari harapan untuk bisa menyelesaikan kuliahnya. seperti di tuturnya.

Baca Juga:  Gerindra PALI Gelar Konsolidasi Pelantikan Pengurus Anak Cabang

Sementara itu menanggapi ke pulangan Rahma  wanasia mahasiswi  Desa Spantan Kecamtan  Penukal dari Sudan  Afrika , Sekretaris Daerah Kabupaten PALI menerangkan bahwa kepulangan Rahma wanisia semuanya di biayai oleh kementrian Luar negeri ,ungkapkan Kartika Yanti

Masih menurut Sekda untuk sekarang  yang bersangkutan di rencanakan kembali ke desa Spantan ke rumah orangtuanya dan sejauh ini pihak Pemda PALI akan terus kita pantau keberadaan warga PALI tersebut Pemda

Terkait komplik di Sudan Pemda PALI tetap komitmen akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa/pelajar warga PALI yang menimba ilmu di luar negeri ,jelas jaksa aktif ini

 

Hanya untuk ke Sudan Afrika kemungkinan kita mempelajari sejauh mana konflik tersebut dan dikembalikan ke Kedutaan indonesia di Sudan yangg lebih tahu kondisi negara disana seperti apa, yg utama keselamatan mahasiswi PALI yang utama. Negara Indonesia tentu akan melindungin warganya.jelas Kartika Yanti .

Selanjutnya Pemda PALI akan mengudang langsung Rahma Wanasia ke kantor apabila beliau sudah di PALI nanti .(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *